Keilmuan
Membuktikan Peran Pohon dalam Menstabilkan Emosi dan Stres

Dan yang kalah penting dampak pada Biofield dan Emosi Tubuh manusia memiliki medan energi halus (biofield). Stres dan emosi negatif dapat mengacaukan keseimbangan energi ini. Pohon, sebagai makhluk hidup dengan energi yang stabil dan kuat, diyakini dapat bertindak sebagai "penstabil" alami.
Hari Minggu pagi seperti biasa pikiran ingin melompat dari zona oeverheat untuk melepas kepenatan otak yang agak semrawut untuk di deframagmentasi dengan cara “walking-walking” biasanya dipandu oleh yunior elang muda dari DIAZ kali ini coba ikut komunitas kecil , "Mlaku berkelanjutan” yang dikomandoi oleh cak Raouhan dengan tujuan Sabana Barotan Pujon dengan jarak tempuh kira kira 4 jam pulang pergi kebetulan kami start dari perumahan panderman hiil lumayan jarak tempuhnya agak menguras tenaga apalagi ditambah tersesat karena menyesuaikan gps ini salah gpsnya atau gelombang fregwensi otak stress yang mempengaruhi gps ?.
Secara umum landscape Ciamik rute menuju puncak sabana garotan yang didominasi hutan pinus gunung,mahoni dengan vegetasi agak padat ada juga dihiasase hutan tanah komplangan yaitu hutan social yang di tanami sayur oleh penduduk sekitar hutan yang sebagian besar pohonnya di racun pelan pelan agar mati dengan tujuan sinar matahari langsung bisa mengenai tanamannya , dalam perjalanan menuju puncak banyak menyuguhkan pemandangan yang menenangkan.membuat perspektif terbangun antara melihat jauh dan dekat sebuah objek .
Naik turun kounturnya sebuah kenormalan gunung Saat mendekati puncak, ada sebuah pemikiran spontan muncul dalam benak ingin ketika memeluk pohon besar yang berdiri kokoh di depan mata dalam rute perjalanan menuju puncak sabana..kira kira pohon itu berumur 55 tahunan berarti sak pantaran umur 12-13 lah diameter perkirakan satu meter.
Saya coba mengamati mulai dari atas dampai bawah dari daun dengan strukturnya, batang bersama tumbuhan lumut yang lebat hampir mnutupi batangnya dan rumbaian akar atas sampai kebawah seakan sepeti rambut gimbal teringat rambutnya Irwan anggota diaz yang rambutnya gimbal panjang dalam hati wooi istimewa sekali pohon tersebut yang sudah di rawat oleh kecerdasan cosmic semesta dengan caranya .
Hampir kurang lebih 3 menit hanya untuk mengamati pohon dalam pikiran aku mencoba membangun informasi apa yang ada dalam memori otaku tentang teknik forest bathing atau berendam di hutan, yang sedang populer. Praktik ini bukan sekadar berjalan-jalan, tetapi tentang meresapi suasana hutan dengan seluruh panca indera. Doroanga ide yang sangant kuat untuk mnggerakan tangan melebar untuk segera memeluk dengan erat
Pertanyaannya, benarkah kegiatan sederhana ini berdampak nyata bagi kesehatan mental dan fisik? Berbagai studi literatur ternyata mulai membenarkan klaim tersebut. Dan saya ingin membuktikannya sendiri.
Eksperimen Personal 27 Detik Memeluk Pohon
Dengan mencobanya secara tulus. pelukan tanpa tendensi apa-apa yang ada dan saya akui bahwa hari ini trejadi bad mood . Proses berlangsung pikiran dan kesadaran saya proyeksikan hanya untuk mengamati sensasi dalam pikiran dan tubuh saya. berharap bisa merasakan efek pembeda sebelum dan sesudahnya. Selama kurang lebih 27 detik, untuk memeluk erat pohon . Dan pada detik-detik terakhir, sebuah perubahan halus terjadi. Suasana hati saya berubah. Mood yang tadinya datar, perlahan terbangun diiringi oleh rasa sahdu dan "brebes mili" seperti ada pelepasan beban. Apakah ini yang disebut sebagai pelepasan ion negatif atau energi negatif dari dalam tubuh?
Apa yang Terjadi secara Ilmiah?
Pengalaman personal itu rupanya memiliki penjelasan dari lieteratur yang saya baca dan dalam keseharian, tubuh kita dibombardir oleh ion positif (radikal bebas) dari polusi udara, radiasi gadget, dan stres. Ion positif ini diyakini mengacaukan keseimbangan sel tubuh. Pohon, terutama yang rindang dan sehat, diketahui melepaskan ion negatif. Saat kita memeluknya, tubuh kita menyerap ion negatif tersebut yang berfungsi menetralkan kelebihan ion positif, sehingga membantu menstabilkan tubuh dan menciptakan perasaan lebih tenang dan segar.
Koneksi dengan Alam (Grounding/Earthing) Teori grounding atau earthing meyakini bahwa dengan menyentuh tanah atau objek alam (seperti pohon) secara langsung, kita mengizinkan tubuh menyerap energi elektron alami dari bumi. Energi yang bersifat menetralisir ini membantu mengurangi stres dengan menstabilkan kondisi fisiologis tubuh, seperti menurunkan detak jantung dan kadar hormon stres kortisol.
Dan yang kalah penting dampak pada Biofield dan Emosi Tubuh manusia memiliki medan energi halus (biofield). Stres dan emosi negatif dapat mengacaukan keseimbangan energi ini. Pohon, sebagai makhluk hidup dengan energi yang stabil dan kuat, diyakini dapat bertindak sebagai "penyetabil" alami. Dalam pelukan, terjadi interaksi energi di mana getaran kacau dari tubuh kita seolah-olah "didaur ulang" atau ditenangkan oleh getaran pohon. Inilah yang mungkin saya rasakan sebagai perasaan lega dan "brebes mili" tadi sebuah pelepasan untuk menstabilkan emosi dan energi eterik tubuh. Meskipun ilmu pengetahuan modern masih terus menggali mekanisme pastinya, pengalaman empiris dan sejumlah penelitian awal cukup kuat menunjukkan bahwa memeluk pohon bukanlah sekadar mitos. Aktivitas ini adalah sebuah bentuk terapi alam yang mudah, gratis, dan bebas efek samping.

Perjalana saya lanjutkan perasaaan yang lebih awarnes sampai puncak. Biasa peregangan otot agar tubuh cepat release cukup 2menit, teman teman lain mempesiapkan kompor kopi terseduh dengan kas aroma kopi robusta agak pahit sedikit bau wangi kas dampit rasanya cukup nendang kebetulan beli di kafe asterik di pojok terminal Landungsari .
Sambil meyeruput kopi panas sekaligus melihat view yang ciamik yang memungkinkan orang bisa terbang imaginasinya kemana mana mencari memori indah dalam pikiran untuk mengupgrade kesadaran , cukup 30 menit untu refresing di puncak kalau dalam kosmologi hindu di atas gungung banyak bersemayam dewa dewa kebijaksanaan maka “hiruplah ilmu meskipun hanya bersifat ether”.
Persiapan turun sambil bersih bersih sampah ketika melewati jalur pulang cukupmembawa 1 kresek besar , waktu turun hanya membutukan waktu 1,5 jam lebih , sampi titik onsite. ambil motor di tempat persembunyian yang saya tutupi daun dan kain karung pamit sama teman gasss pool langsung pulang nyampai rumah pukul 15.00
Apa yang terjadi sesampai di rumah saya mengamati terus perubahan emosional tubuh dan pikiran terhanyata sampai 3 hari bahwa rasa good mood itu ada dan menempel tubuh memungkinkan untuk membangun sel sel kembali karena mampu melepas radikal bebas kembali pada zeromind , empat hari kemudian kembali stressss hahahhahahhha ningkatkan kartisol lagi cooooook
--------000000----------
Viva DIAZ


