Lompat ke konten
DIAZSejak 1975
Bahasa IndonesiaEnglish

Liputan

Tidak Hanya Alam Bebas, Aksi Sosial Juga Perlu Dijelajahi

Oleh 6 menit baca
Tidak Hanya Alam Bebas, Aksi Sosial Juga Perlu Dijelajahi

Organisasi Pecinta Alam (OPA) DIAZ telah melakukan aksi sosial berupa Bersih Masjid Gratis (BMG) pada 2 tempat ibadah di Desa Sidorejo Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, yakni Masjid At-Taqwa dan Mushola Al-Ikhlas, Minggu (04/10/2026)

MALANG, diaz.or.id – Menjelajah bagi seorang pecinta alam bukan semata tentang menembus lebatnya hutan, mencapai puncak gunung, menelusuri gelap gua, mengarungi jeram sungai atau kedalaman lautan. Ada ruang lain yang juga membutuhkan keberanian untuk dijelajahi yaitu ruang sosial, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat tumbuh menjadi sebuah aksi nyata.

Semangat itulah yang dibawa oleh OPA (Organisasi Pecinta Alam) DIAZ dalam kegiatan Bersih Masjid Gratis (BMG) yang digelar di Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Minggu (04/10/2026). Kegiatan tersebut menyasar dua lokasi, yakni Masjid At-Taqwa dan Mushola Al - Hijrah.

Tidak berjalan sendiri, organisasi yang bernama lengkap "Pendaki, Penjelajah dan Pecinta Alam DIAZ" ini juga menggandeng MAPALA ASPAL (Asia Pecinta Alam) ITB Asia Malang serta HIMPAS Vigneçvara STIE Malangkuçeçwara untuk bersama-sama turun tangan membersihkan dan merawat tempat ibadah yang menjadi bagian penting dari kehidupan religi masyarakat setempat.

Bagi OPA DIAZ, kegiatan ini bukan sekadar membersihkan bangunan. Ada pesan yang ingin dibawa, bahwa kemampuan, pengalaman, dan semangat yang selama ini tumbuh dari aktivitas di alam bebas juga dapat dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pengabdian.

Ketika Petualangan Berpindah Medan

Selama ini, identitas organisasi pecinta alam lekat dengan kegiatan di alam terbuka. Gunung, hutan, tebing, sungai, dan berbagai medan lainnya menjadi ruang belajar bagi para anggotanya.

Namun, bagi OPA DIAZ, semangat tersebut tidak seharusnya berhenti ketika kaki meninggalkan jalur pendakian, arus sungai, atau medan ekstrim lainnya. Kemampuan bekerja dalam tim, menghadapi medan yang sulit, menggunakan peralatan keselamatan, serta keberanian untuk mengambil tanggung jawab merupakan bagian dari pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sosial. Oleh Karena itu, kegiatan Bersih Masjid Gratis menjadi salah satu bentuk bagaimana pengalaman tersebut diterjemahkan ke dalam aksi yang memberikan manfaat langsung.

Jika di alam bebas para anggota belajar menjaga lingkungan, melalui kegiatan ini mereka belajar menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat. Medannya memang berbeda. Tidak ada jalur terjal atau puncak yang harus dicapai. Namun, ada tantangan lain yang tidak kalah penting yakni bagaimana memberikan manfaat melalui keterampilan yang dimiliki.

Pembersihan Kaca pada ketinggian luar gedung Masjid At - Taqwa, minggu (04/10/2026), (dokumentasi BMG / Ibrahim Vigneç)

Menjadikan Rumah Ibadah Lebih Nyaman

Sejak kegiatan dimulai, sejumlah anggota OPA DIAZ bersama MAPALA ASPAL dan HIMPAS Vigneçvara bergerak membersihkan berbagai bagian di areal masjid dan mushola. Bagian dalam bangunan dibersihkan, halaman dirapikan, serta sejumlah area yang membutuhkan perhatian turut ditangani. Pekerjaan tersebut dilakukan secara gotong royong.

Para anggota lintas organisasi bergotong royong membersihkan Mushola Al - Hijrah, Minggu (04/10/2026) (Dokumentasi BMG / Harto Darmono W.)

Bagi masyarakat, rumah ibadah bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah. Ia juga menjadi ruang berkumpul, bersilaturahmi, dan menjadi bagian dari kehidupan sosial warga. Oleh Karena itu, kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah menjadi hal yang penting.

Melalui Bersih Masjid Gratis, OPA DIAZ berupaya mengambil bagian dalam menjaga ruang tersebut agar tetap bersih, nyaman, dan terawat. Keterlibatan takmir menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para takmir turut mendampingi proses pembersihan serta memberikan informasi mengenai bagian-bagian rumah ibadah yang membutuhkan penanganan dan membantu dalam penyediaan konsumsi bagi para anggota.

Sementara itu, anggota OPA DIAZ dan MAPALA ASPAL serta HIMPAS Vigneçvara turut mengerahkan tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama. Semangat gotong royong pun terasa menjadi bagian utama dari kegiatan tersebut.

Menyentuh Bagian yang Sulit Dijangkau

Terdapat bagian lain yang membuat kegiatan Bersih Masjid Gratis kali ini berbeda dari kerja bakti pada umumnya. Pembersihan tidak hanya dilakukan pada area yang mudah dijangkau. OPA DIAZ juga membersihkan sisi luar gedung yang berada di ketinggian.

Pembersihan Kaca pada ketinggian luar gedung oleh anggota yang berkopetensi profesional TKPK (Dokumentasi BMG, Minggu (04/10/2026) / Harto Darmono W.)

Bagi organisasi yang memiliki kedekatan dengan aktivitas alam dan medan ekstrem, pekerjaan di ketinggian juga menjadi ruang untuk menerapkan pengalaman serta keterampilan teknis yang dimiliki. Namun, pengalaman saja tidak cukup. Keselamatan tetap menjadi prioritas. Karena itu, pekerjaan pada sisi luar bangunan dilakukan dengan dukungan peralatan yang sesuai serta tenaga yang memiliki kemampuan dalam menangani aktivitas di ketinggian.

Pekerjaan tersebut membutuhkan penanganan khusus karena dilakukan pada area yang memiliki risiko keselamatan. Untuk itu, proses pembersihan dilakukan dengan menggunakan peralatan keselamatan khusus untuk pekerjaan di ketinggian dan ditangani oleh tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

Kolaborasi yang Menjadi Kekuatan

Kegiatan sosial akan memiliki dampak yang lebih luas ketika dilakukan secara bersama-sama. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Bersih Masjid Gratis OPA DIAZ di Desa Sidorejo. Selain anggota DIAZ, kegiatan juga melibatkan takmir dan Mapala ASPAL beserta HIMPAS Vigneçvara . Kolaborasi ini mempertemukan beberapa unsur dengan latar belakang yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama yakni memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Yang paling susah itu membersihkan bekas lakban di kaca jendela. Tapi karena kita sama - sama pasti ketemu solusinya, VIVA ASPAL" - Ujar salah satu perwakilan MAPALA ASPAL Amelia Riska

Takmir memahami kebutuhan rumah ibadah dan kondisi lingkungan setempat. DIAZ membawa pengalaman organisasi pecinta alam serta kemampuan teknis yang dimiliki. Sementara MAPALA ASPAL dan HIMPAS Vigneçvara turut memberikan tenaga dan semangat mahasiswa dalam kegiatan sosial tersebut.

Tidak ada sekat antara organisasi, komunitas, maupun pengurus rumah ibadah. Semuanya mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dari sini, kegiatan Bersih Masjid Gratis tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga mempertemukan orang-orang dalam sebuah aktivitas yang memiliki tujuan sosial. Pertemuan berbagai unsur tersebut kemudian menjadi sebuah kerja bersama.

Nampak para anggota lintas organisasi bergurau bersama saat istirahat makan siang, Minggu (04/10/2026) (dokumentasi BMG / Harto Darmono W.)

Dari Alam untuk Masyarakat

Menjadi pecinta alam tidak hanya berarti memiliki kedekatan dengan gunung, hutan, sungai, atau berbagai bentang alam lainnya. Lebih dari itu, terdapat nilai-nilai yang melekat dalam aktivitas tersebut: kepedulian, tanggung jawab, solidaritas, keberanian, kerja sama, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi di lapangan.

Nilai-nilai itulah yang kemudian coba dibawa OPA DIAZ ke ruang sosial. Bersih Masjid Gratis menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa organisasi pecinta alam juga dapat hadir di tengah masyarakat dengan kemampuan yang dimiliki. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan memiliki cakupan yang luas.

Menjaga alam adalah bagian dari kepedulian. Menjaga kebersihan tempat ibadah dan fasilitas yang digunakan masyarakat juga merupakan bentuk kepedulian. Dengan perspektif yang demikian, aksi sosial bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan menjadi bagian dari perjalanan sebuah organisasi dalam menemukan bentuk kebermanfaatannya.

Menjelajah Lebih Jauh

Bagi OPA DIAZ, perjalanan tidak selalu harus diukur dari jarak yang ditempuh. Ada perjalanan yang ukurannya bukan kilometer, melainkan manfaat. Ada pula medan yang tidak berupa lereng gunung atau jalur hutan, tetapi berupa kebutuhan masyarakat yang menunggu untuk disentuh dengan tindakan nyata.

"Kenapa penjelajahan harus terpatok pada kegiatan di alam bebas, sedangkan menurut saya kegiatan kemanusiaan seperti SAR termasuk bersih masjid yang besok kita lakukan ini juga bentuk penjelajahan. Dalam artian, semangat penjelajan yang kita bawa kepada masyarakat" - Ujar M. Fauzi Wakil Ketua Umum OPA DIAZ dalam wawancara, pada Sabtu (03/10/2026)

Melalui Bersih Masjid Gratis, OPA DIAZ mencoba membuka ruang perjalanan tersebut. Kegiatan di Desa Sidorejo menjadi salah satu langkah untuk memperluas makna "menjelajah". Dari alam bebas menuju ruang sosial. Dari aktivitas petualangan menuju pengabdian. Dari pengalaman pribadi menuju manfaat bersama. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa keterampilan yang diperoleh dari dunia pecinta alam dapat memiliki manfaat di luar aktivitas petualangan, termasuk ketika digunakan untuk membantu masyarakat.

Pada akhirnya, gunung bukan satu-satunya tempat untuk belajar tentang kehidupan. Hutan bukan satu-satunya tempat untuk menemukan tantangan. Dan alam bebas bukan satu-satunya ruang untuk menunjukkan keberanian. Di tengah masyarakat pun terdapat banyak hal yang dapat dijelajahi. Ada kebutuhan yang dapat dibantu, lingkungan yang dapat dirawat, serta ruang-ruang sosial yang dapat diisi dengan kepedulian.

Bersih Masjid Gratis OPA DIAZ di Desa Sidorejo menjadi salah satu bentuk perjalanan tersebut. Sebuah perjalanan yang tidak berakhir pada puncak, tetapi pada manfaat. Sebuah perjalanan yang tidak meninggalkan jejak di jalur pendakian, tetapi meninggalkan kesan di tengah masyarakat. Sebab bagi DIAZ, tidak hanya alam bebas yang perlu dijelajahi, aksi sosial juga perlu dijelajahi.

Bagikan tulisan ini

WhatsAppFacebookX

Viva DIAZ

Komentar

Masuk dengan akun Google untuk ikut berkomentar. Masuk sekarang

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi artikel ini.