Skip to content
DIAZSince 1975

Sejarah

DARI PENJELAJAH EROPA HINGGA ELANG PURBA

By Anshar Satria Andrianto Elang Bondol

This language version is not available yet. The text below is shown in its original language.

DARI PENJELAJAH EROPA HINGGA ELANG PURBA

Hola Cak/Yu Komandan - VIVA DIAZ ! Pernah nggak sih pembaca semua kepikiran tentang nama organisasi ini yaitu "DIAZ" artinya apa ? atau singkatan dari apa ?,,, Penasaran Ga Seeee ?. Pada artikel ini kami akan cerita dikit tentang penamaan organisasi ini. Bagi sodara - sodari pembaca sekalian yang terhormat dan penasaran bisa baca sampai tuntas. "kene tak ceritani"

PROLOG

Beberapa hari yang lalu, sekretariat OPA DIAZ yang berletak di Terminal Landungsari Kota Malang, menerima kunjungan tamu organisasi dari MAPALA ASPAL Intitut Teknologi dan Bisnis Asia Malang. Selain karena adanya keterikatan sejarah antara OPA DIAZ dengan MAPALA ASPAL, memang sudah menjadi kebiasaan bahkan semacam tradisi di kalangan organisasi pecinta alam di Kota Malang, dimana apabila organisasi tersebut telah melaksanakan diklat atau recruitment anggota baru, maka anggota baru tersebut akan dihantarkan oleh seniornya atau kakak pembimbingnya untuk mampir atau bertamu di sekretariat - sekretariat pecinta alam lainnya. Hal ini secara umum juga biasa kami sebut dengan "pengembaraan sekret".

Saya yang kala itu sedang berada di sekretariat-pun turut menjamu mereka sebagaimana kewajiban tuan rumah kepada tamu, apalagi ini tamu organisasi. Setelah selang beberapa saat larut dalam obrolan mengenai cerita mereka dalam diklat, tercetuslah sebuah pertanyaan dari salah satu anggota baru MAPALA ASPAL yang membuat saya juga ikut penasaran.

"mas, kalau DIAZ sendiri itu artinya apa" Ujarnya sambil menunjuk logo OPA DIAZ yang digambar di tembok belakang saya.

Pertanyaan tersebut kemudian saya jawab dengan sebagaimana dituliskan dalam AD/ART organisasi. Menurut AD/ART OPA DIAZ amandemen 1998 dikatakan bahwa, "DIAZ adalah DIAZ itu sendiri, tidak ada arti, kepanjangan atau interpretasi lain".  Namun setelahnya, saya masih penasaran sehingga terfikirkan ide untuk melakukan riset sejarah.

Setelah waktu yang panjang, berhari - hari bahkan berminggu - minggu explore dan riset dari berbagai sumber sejarah primer dan sekunder, saya menemukan banyak silang pendapat diantara para saksi sejarah mengenai penamaan dan arti nama organisasi ini. Setidaknya, sampai blog ini ditulis saya menemukan tidak kurang dari 3 teori mengenai arti dari nama "DIAZ" pada organisasi ini.


PENJELAJAH EROPA "BARTHOLOMEUS DIAZ"

Pembebasan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II dari Kesultanan Usmaniyyah pada tahun 1453 menjadi pukulan berat bagi bangsa - bangsa Eropa. Hal tersebut dikarenakan konstantinopel merupakan titik vital perdagangan yang menghubungkan Eropa dengan Asia terutama untuk komoditas rempah - rempah dari Timur (Asia). Bangsa - bangsa Eropa yang sangat bergantung dengan jalur perdagangan darat satu - satunya ini sangat kesulitan dalam mendapat komoditas yang bahkan lebih berharga dari emas tersebut. Oleh karena itu, untuk menghindari monopoli dari Ustmaniyyah serta semangat 3G (Gold, Glory and Gospel) bangsa - bangsa Eropa mulai mencari jalur baru termasuk diantaranya adalah jalur laut.

Penakhlukan Konstantinopel Oleh Sultan Mehmed II

Tak terkecuali Bangsa Portugis, melalui mandat dari Raja João II, seorang pelaut sekaligus penjelajah bernama Bartholomeus Diaz melakukan ekspedisi laut demi menemukan jalur menuju Hindia. Ekpedisi Diaz ini dimulai dari Lisbon pada tahun 1487 dengan menggunakan 3 kapal. Nantinya, ekspedisi ini akan sangat berpengaruh pada peta perdagangan maritim dan perekonomian Eropa.

Hingga pada tahun 1488, Diaz kembali menuju pantai setelah dihantam badai laut yang membawanya jauh menuju selatan. Pada titik itulah Diaz baru menyadari bahwa dirinya telah mengitari ujung Benua Afrika. Tempat tersebut ia berinama "Cabo das Tormentas" atau Tanjung Badai yang kemudian diubah oleh Raja João II dengan "Cabo da Boa Esperança" atau Tanjung Harapan karena membuka harapan menuju Hindia melalui laut. Penemuan Diaz tersebut sekaligus membuktikan kepada rakyat Eropa jika afrika dapat dikelilingi memalui laut serta menjadi pintu untuk penjelajah berikutnya yakni Vasco Da Gama dalam perjalanannya mencapai Hindia tahun 1497.

Bartholomeus Diaz

Atas prestasinya tersebut dalam menemukan Semenanjug Harapan, sehingga kita kini mengenal sosok Bartolomeus Diaz sebagai seorang penjelajah laut yang hebat. Gelar penjelajah yang tersemat pada dirinya-lah yang membuat para senior di OPA DIAZ berpendapat bahwa nama "DIAZ" diambil dari nama belakangnya. Hal tersebut juga mengingat bahwa OPA DIAZ memiliki tagline sebagai penjelajah. 

"hmmmm,,, masuk akal"


SEBUAH SINGKATAN

Selain diambil dari nama belakang seorang penjelajah, adapun pendapat lain mengenai arti "DIAZ" yakni merupakan sebuah singkatan. Setidaknya, teradapat 2 arti atau kepanjangan dari DIAZ menurut beberapa senior. 

Expedition Association merupakan yang paling banyak disebutkan sebagai kepanjangan dari DIAZ. Hal ini dapat pula dilihat dari Bendera Pataka Organisasi yang pertama tahun 1975 dimana pada pataka tersebut tertulis "DIAZ Expedition & Mountaineer ASSCTN". Diambil dari kata expe-DI-tion AS-sociation sehingga menjadi DIAZ, adalah hal yang wajar karena akhiran AZ pada akhirnya tetap dibaca AS oleh lidah kami. 

 

Bendera Pataka Pertama 1975

Selain Expedition Association seperti diatas, adapula sebagian kecil yang berpendapat bahwa DIAZ adalah singkatan dari "DIantara kita Adalah Sama". Mungkin kedengaranya seperti cocokologi atau cenderung  "othak - athik gathuk" (mengait - kaitkan atau mencocok - cocokkan dalam istilah jawa) dan tidak berdasar, tapi kalimat tersebut setidaknya memiliki arti yang dalam bahwa didalam keluarga kami beranggotakan orang - orang yang saling menghargai.


ELANG PURBA

Ketika saya masih seorang calon anggota dan sedang menempuh pendidikan ruang (DIKSAR RUANG) kala itu, saya membaca buku modul pendidikan pada materi KEDIAZ-AN yang disana tertulis bahwa "nama DIAZ diambil dari nama salah satu spesies burung elang purba yang pernah hidup, namun tidak ditemukan satupun literatur ilmiah yang membahasnya" sehingga pada akhir kalimat dituliskan "untuk menghindari deskripsi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, .......... kita sepakati bahwa DIAZ adalah DIAZ itu sendiri tidak ada arti, makna atau intepretasi lain". 

Saya mencoba riset ulang mengenai adanya makluk purba bernama DIAZ ini, namun hasilnya nihil. Kemungkinan, bisa jadi nama "DIAZ" tersebut adalah nama ilmuan penemu fosilnya seperti Dynatoaetus gaffe atau Elang Perkasa Gaff yang merupakan spesies elang purba dari Australia yang dinamai demikian untuk menghormati Jeanette Gaff seorang yang terlibat dalam pengumpulan fosilnya. Atau juga kemungkinan berupa kesalahan penulisan nama spesies seperti Hieraaetus moorei atau Elang Hast yang dulu ditulis dengan Harpagonsis moorei yang sekarang nama tersebut sudah tidak digunakan lagi. Namun, dari seluruh riset ilmiah yang saya temukan tidak satupun yang memiliki atau merujuk pada nama Diaz.

Dynatoaetus gaffe atau Elang Perkasa Gaff

Hieraaetus moorei atau Elang Hast

Saya-pun melanjutkannya dengan riset kebudayaan, karena spekulasi saya DIAZ mungkin bukan elang purba yang terbukti secara ilmiah, namun elang legenda atau spesies elang mitologi yang berkembang di masyarakat kuno pada wilayah tertentu. Namun, bukanlah elang diaz yang saya temukan, melainkan hewan - hewan mitologi seperti Raja Elang Thorondor (King of Eangles Thorondhor) dari buku Lord of the Rings karya J.R.R Tolkien termasuk diantaranya The Fellowship of the Rings (1954), The Two Towers (1955) dan The Return of the King (1955) dan burung - burung lain seperti legenda burung Pheonix dan Naga. Sehingga, ini berarti riset kebudayaan-pun hasilnya nihil.

King of Eagles Thorondor (kiri) dan Burung Pheonix (kanan)

Pteranodon Leluhur Burung Moderen

Dalam momen kebuntuan tersebut, ternyata saya tanpa sadar sedang memandangi logo organisasi pada scraft yang tanpa sengaja terbawa ke perpustakaan. Kemudian sejenak saya teringat ketika orang tua saya membelikan buku Ensiklopedia sebagai kado ulang tahun saya yang ke-8 tahun. Saya teringat dengan salah satu bab pada buku tersebut yang selalu tanpa bosan saya baca walau sudah berulang - ulang. Bab tersebut membahas tentang masa purbakala dimana bumi dikuasai oleh satwa - satwa reptil dan dinosaurus yang jejaknya masih dapat ditemukan manusia moderen melalui temuan fosil. Kemudian saya teringat dengan salah satu hewan non-dinosaurus yang dituliskan disana yakni dari genus Pteranodon.

Pteranodon

Apabila menggunakan pendekatan dari bentuk fisik secara kasar, memang Pteranodon memiliki banyak kemiripan dengan burung yang terdapat pada pataka organisasi seperti bentuk sayap, bentuk kaki dan juga kepala. Namun, secara umum Pteranodon tidak memiliki hubungan kekerabatan secara spesifik dengan spesies manapun bahkan spesies elang purba (bila meninjau pataka yang pada hal ini kita asumsikan sebagai gambar elang purba). Selain itu, Pteranodon juga tidak diklasifikasikan sebagai burung elang, ia diklasifikasikan sebagai reptil atau reptil terbang, sedangkan elang adalah keluarga aves.

Pteranodon dan elang purba bahkan dari spesies paling tua yang pernah ditemukan seperti Archaehierax sylvestris dan Aquila bullockensis,  tidak hidup se-zaman. Pteranodon diperkirakan hidup pada periode kapur akhir sekitar 86 - 84,5 juta tahun yang lalu, sedangkan Archaehierax sylvestris yang merupakan Elang Purba paling tua ditemukan diperkirakan hidup baru 25 juta tahun silam pada periode Oligosen Akhir. Kendati demikian, meskipun secara taksonomi (kekerabatan) mereka sangatlah jauh, namun secara filogenetik hampir semua spesies burung termasuk burung moderen berbagi nenek moyang yang sama dari Pteranodon dan dinyatakan sebagai kerabat paling dekat yang dilanjutkan oleh buaya dan aligator.

Archaehierax sylvestris 25 juta tahun yang lalu

Menurut hubungan revolusioner, Pteranodon dengan burung berkerabat dalam klad Archosauria pada periode trias awal, kemudian berkembang dalam arah yang berbeda. Elang purba termasuk dalam kelas Aves yang berasal dari dinosaurus Theropoda berbulu dimana memiliki ciri fisik seperti sayap yang terdiri dari tulang dan bulu, serta metabolisme berdarah panas (endotermik). Sedangkan Pteranodon tergolong dalam ordo Pterosauria (reptil terbang) di kelas Reptilia, mereka bukanlah dinosaurus atau burung melainkan reptil yang berevolusi secara terpisah dengan sayap yang berbentuk membran kulit menjulang dari keempat kakinya dan hingga tungkai belakang. Sehingga dapat disimpulakan keduanya berbagi nenek moyang umum pada klad Archosauria . 

Pteranodon Penjelajah Terbang

Berdasarkan temuan fosil, para ilmuan menduga bahwa Pteranodon melakukan kebiasaan menjelajah atau migrasi untuk beberapa tujuan termasuk sumber makanan, perubahan iklim dan kebutuhan reproduksi. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya bukti tidak langsung berupa distribusi fosil dimana fosil Pterosaurus awal yang ditemukan di belahan bumi bagian selatan yang sebelumnya hanya diketahui ada di utara. Adanya temuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Pteranodon kemungkinan bahkan telah bermigrasi antar benua pada masa ketika sebagian besar daratan masih terhunung dalam superbenua Gondwana.

Selain itu, Pteranodon diperkirakan mampu terbang dalam jarak yang sangat jauh. Pola terbang Pteranodon tidak dengan mengepakkan sayap secara terus menerus seperti merpati, melainkan seperti burung Albatros moderen yakni dengan memanfaatkan arus udara serta termal untuk terbang secara efisien. Perilaku ini diperkuat dengan adanya temuan fosil pada struktur tulang punggung dan otot Pteranodon yang memberi petunjuk tentang bagaimana merkeka mengontrol sayap saat terbang.

Alasan dugaan migrasi Pteranodon lainnya adalah adanya temuan fosil yang menunjukkan bahwa mereka adalah spesies pemakan ikan. Sebagian banyak fosil yang ditemukan berada di dekat pantai dan daerah rawa laut, karena terkubur pada sedimen dasar laut dangkal. Pteranodon  tidak memiliki rahang dan gigi namun digantikan dengan paruh runcing yang identik dengan spesies burung predator, kemungkinan Pteranodon memangsa iklan kecil, cumi - cumi, dan plankton. Beberapa fosil lain bahkan menunjukkan adanya sisa makanan seperti ikan didalam tubuh mereka. Hal ini menjadi dugaan bahwa Pteranodon kemungkinan mengikuti pergerakan kumpulan ikan atau mencari daerah dengan pasokan makanan yang melimpah seiring dengan perubahan musim atau kondisi lingkungan.

Kendati demikian, dugaan mengenai perilaku migrasi Pteranodon masih menjadi perdebatan dikalangan ilmuan. Belum ada bukti langsung atau kuat yang dapat menjelaskan bahwa Pteranodon melakukan migrasi. Semua bukti yang yang ditemukan merupakan bukti tidak langsung yang hanya memunculkan dugaan - dugaan ilmiah.

Bagaimana Dengan DIAZ

Setelah waktu yang panjang dalam riset literatur mengenai genus Pteranodon dari beberapa spesiesnya, belum ada hal yang terkait dengan nama DIAZ. Informasi yang saya gali kemudian beralih pada adanya kesalahan - kesalahan penulisan pada tahap klasifikasi atau penamaan Pteranodon juga mengalami kebuntuan. Selain itu, nama - nama penemu fosil atau yang terlibat dalam perangkaian fosil Pteranodon yang mengacu pada Diaz-pun hasilnya nihil. Kemungkinan besar, setelah saya melakukan riset ini anggapan bahwa nama DIAZ diambil dari nama burung Elang Purba adalah hal yang tidak berdasar atau tidak dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Hal tersebutlah yang mungkin mendasari sidang tahun 1998 kita menyepakati bahwa DIAZ adalah DIAZ itu sendiri, tidak ada interpretasi lain untuk menghindari klaim - klaim yang tidak dapat di pertanggungjawabkan. Namun, bagaimanapun juga Elang merupakan makna simbolis yang sampai sekarang tetap dipertahankan sebagai karakter yang melekat dengan OPA DIAZ serta oleh seluruh anggotanya. Bahkan oleh beberapa anggotanya serta oleh beberapa anggota dari organisasi pecinta alam lainnya mendiskripsikan DIAZ kurang lebih sama "DIAZ itu Elang, DIAZ itu Kuning Keemasan, DIAZ itu Pioneer dan Inspirator, DIAZ itu Rumah DIAZ itu......., DIAZ itu.... dst" 


EPILOG

Mungkin kita pernah mendengar sebuah ungkapan seperti "What's in a name ? That's wich we call rose by any other name would smell as sweet" Apalah arti dari sebuah nama ? toh dinamakan dengan apapun juga, harumnya mawar akan tetap tercium wangi. Ungkapan legendaris yang berasal dari novel drama romantis karya William Sheakespeare Romeo and Juliet mungkin benar - benar terjadi pada DIAZ. Ketika kita bertanya mengenai arti nama pada DIAZ, ternyata tanpa sadar kita telah memaknainya dengan menilai karakternya.

Dari nama penjelajah eropa, singkatan hingga elang purba, sebenarnya masih banyak teori lain yang memberikan deskripsi dari nama DIAZ yang belum atau tidak saya sebutkan. Namun dari riset dan tulisan ini menurut saya sudah cukup membuktikan bahwa DIAZ adalah sebuah organisasi yang memiliki banyak warna. Tidaklah cukup air mata yang menetes di setiap upacara DIKSAR dari tahun ke tahun untuk menjelaskan semuanya.

Riset yang panjang dan sedikit melelahkan ini, dengan harapan untuk menjumpai nama elang seperti yang dijelaskan pada modul dan oleh para senior diatas mungkin mengalami kebuntuan, namun tidak dapat dinyatakan gagal. Ternyata terdapat hal lain yang saya temukan diluar dari artikel, jurnal atau buku yang saya baca. Dimana hal tersebut saya temukan dari rumah sederhana di pintu keluar terminal di bawah tanah (basement), yang berisikan keluarga yang tidak terikat oleh jalinan darah.

"DIAZ adalah Rumah, DIAZ adalah Keluarga, DIAZ adalah Elang, DIAZ adalah Kuning Keemasan, DIAZ adalah Pioneer, Inspirasi, Penjelajah, Pendaki Lawas, Organisasi tua, DIAZ adalah... DIAZ adalah... dts/dsb" mungkin kata - kata tersebut kita jumpai sebagai permaknaan DIAZ dari perpektif orang luas yang tahu, begitupun saya yang memiliki interpretasi sendiri terhadap DIAZ. Namun bagaimanapun, jika kembali pada ungkapan legendaris sebelumnya "toh juga dinamai dengan apapun, mawar akan tetap tercium harum". 

Apa DIAZ itu ?, DIAZ itu adalah DIAZ itu sendiri, DIAZ adalah kami 
"DIAZ IS DIAZ ITSELF, DIAZ IS US, WE ARE DIAZ" 



Cak/Yu Komandan dan Rekan - rekan, bagaimana menurut anda ?, Kira - kira apa arti DIAZ menurut anda ? silahkan anda tulis sendiri di kolom komentar.

Untuk saat ini, itulah mungkin tulisan yang bisa kami persembahkan untuk pembaca sekalian. Dari pencarian dan riset saudara kita diatas tentang elang kami jadi kepikiran, bagaimana jika selanjutnya blog ini juga berisi tentang profil dari spesies - spesien elang ? Apakah mungkin menarik ?

Sekian dari kami - VIVA DIAZ !!!

Viva DIAZ

Comments

Sign in with Google to join the discussion. Sign in now

No comments yet. Be the first to respond to this article.